Bagaimana Cara Menghancurkan Kepercayaan di Organisasi Dunia Kerja - WEB PEKERJA

Advertisement

ads

Hot

Post Top Ad

Your Ad Spot

Friday, 29 May 2020

Bagaimana Cara Menghancurkan Kepercayaan di Organisasi Dunia Kerja

Cara Menghancurkan Kepercayaan di Organisasi Dunia Kerja

Kepercayaan adalah dasar dari semua hubungan positif yang ingin Anda ciptakan dalam organisasi Anda. Kepercayaan adalah salah satu ikatan terkuat yang bisa ada antara orang dan pelanggan; kepercayaan juga merupakan salah satu aspek hubungan yang paling rapuh. Terkadang kepercayaan dapat hilang begitu saja hanya dari satu atau dua kesalahan yang dilakukan. boom, hilang begitu saja, tersisa rasa keragu-raguan.

Anda dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun kepercayaan di antara pekerja, manajer, dan pemimpin senior Anda hanya untuk menghilangkannya ketika, biasanya, tindakan oleh tim senior Anda, melanggar lingkungan kepercayaan yang ada di mata pekerja Anda.

Misalnya, di perusahaan manufaktur kecil, tim senior gagal memberi informasi kepada pekerja tentang masalah keuangan yang dialami perusahaan. Sehingga, ketika PHK 21 pekerja diumumkan serta penghapusan departemen kualitas, pekerja terkejut.

Guncangan ini mengakibatkan menjadi kurangnya kepercayaan yang serius. Pekerja yang tersisa menunggu entah kejadian apa berikutnya, berduka atas kehilangan rekan kerja mereka, dan banyak yang mulai mencari pekerjaan dengan tenang. Beberapa tahun berlalu sebelum tim senior dapat melibatkan kembali perkerja mereka dan mereka telah kehilangan beberapa anggota staf penting selama waktu itu.

Setelah Anda menghancurkan kepercayaan, menghancurkan ikatan kepercayaan, kepercayaan adalah aspek paling sulit dari budaya untuk dibangun kembali. Anda dapat membangun budaya kepercayaan dalam organisasi Anda jika Anda menghindari tindakan yang merusak kepercayaan.

7 Cara untuk Menghancurkan Kepercayaan
Agar kepercayaan ada dalam suatu organisasi, sejumlah transparansi tertentu harus mencakup niat, arah, tindakan, komunikasi, umpan balik, dan penyelesaian masalah utama, bukan hanya para pemimpin senior dan manajer, tetapi juga semua perkerja. Jika tidak, inilah cara di mana orang menghancurkan kepercayaan.

1. Pekerja mengatakan kebohongan palsu. Mereka tidak mengatakan yang sebenarnya, seringkali dengan maksud untuk menipu atau membingungkan orang demi kepentingan diri sendiri. Ini memiliki dampak yang kuat pada seluruh organisasi ketika kebohongan dianggap berasal dari para pemimpin, tetapi semua hubungan kerja tentu akan rusak akibat kebohongan. Dusta adalah dusta. Bisakah Anda bayangkan dampak kebohongan dalam suatu organisasi ketika pembohong adalah seorang yang memiliki kepemimpinan?

Sekali lagi, semakin besar pengaruh pelaku kebohongan dalam organisasi, semakin besar kepercayaan yang terpengaruh. Tetapi, tentu saja seseorang akan kehilangan karier mereka saat menggunakan tipuan-tipuan ini, ketika tertangkap.

2. Bertindak tidak adil. Saat Anda menunjukkan ketidakseimbangan atau ketidakteraturan dalam mengambil keputusan atau perilaku terhadap rekan kerja, disitulah rekan kerja tidak akan menyukai Anda. Anda harus selalu dapat memposisikan diri sebagai orang lain saat mengambil keputusan agar mendapatkan keputusan terbaik. Sikap tidak adil dapat menimbulkan rasa iri dan benci. Maat perasaan itu telah timbul, maka saat itu juga kadar kepercayaan Anda berkurang karena tidak dapat mengambil keputusan yang tepat. Walaupun terkadang bisa juga perilaku ini dilakukan tanpa sengaja, namun tetap saja rekan kerja Anda tidak mengetahui maksud sebenarnya. Maka dari itu pandai-pandailah memberi keputusan.

3. Gagal mengikuti harapan orang. Apa pun program kerjanya, gaya manajemen, atau perubahan inisiatif, Anda akan menghancurkan kepercayaan jika Anda gagal menunjukkan kualitas atau ekspektasi perilaku sesuai harapan orang lain. Walaupun harapan orang lain bukan termasuk keinginan lagi tapi ini tidak dapat dihindari.

Terkadang harapan yang besar terhadap Anda malah akan menyulitkan. Memang ini menunjukkan bahwa di mata orang lain Anda memiliki nilai yang lebih. Tapi harapan yang lebih besar dari kemampuan sebenarnya juga berbahaya dan jangan menyanggupinya begitu saja. Jika harapan yang diberikan kepada Anda gagal dikerjakan dengan baik, maka orang lain tidak lagi mempercayai untuk memberikan tugas tersebut kepada Anda. Walaupun sebenarnya Anda bisa melakukannya di masa yang akan datang, bukan sekarang karena membutuhkan proses belajar terlebih dahulu. Namun kegagalan yang sudah terjadi tetap menjadi pikiran di orang lain bahwa Anda tidak dapat melakukan hal tersebut.

4. Gagal melakukan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan. Beberapa perkerja berharap bahwa setiap pernyataan, tujuan, dan / atau proyeksi yang Anda buat akan menjadi kenyataan. Penjualan akan naik 10 persen. Tidak ada PHK yang diantisipasi. Kami akan mempekerjakan sepuluh perkerja baru pada kuartal ini. Saya akan memperbaiki keuangan perusahaan. Itu semua adalah prediksi, tetapi ketika Anda menetapkan harapan aktual dengan seorang perkerja lain, Anda harus memenuhi apa yang dijanjikan.

Jika Anda membuat pernyataan, komitmen, atau proyeksi,
perkerja mengharapkan apa yang Anda katakan akan terjadi. Anda menghancurkan kepercayaan jika hasil akhirnya tidak pernah terjadi atau menyimpang. Anda dapat menghindari menghancurkan kepercayaan dengan berkomunikasi secara jujur ​​dan sering tentang:
  •     bagaimana Anda menetapkan tujuan awal,
  •     apa yang mengganggu pencapaian tujuan awal,
  •     bagaimana dan mengapa proyeksi Anda telah berubah,
  •     apa yang bisa diharapkan ke depannya, dan
  •     Apa langkah Anda kedepannya
Komunikasi yang jujur ​​adalah kunci untuk membangun kepercayaan perkerja dan rekan kerja. Anda tidak dapat, misalnya, menyatakan bahwa Akan terjadi pencapaian ini dan itu kecuali jika Anda menunjukkan harapan ini dalam tindakan sehari-hari Anda.

5. Mengindahkan aspek interpersonal hubungan. Perlakukan interaksi dengan orang lain sebagai transaksi yang harus diselesaikan daripada bagian dari bisnis perusahaan yang sedang berlangsung. Saat terjadi permasalahan dalam hubungan antar pekerja di perusahaan, bisnis yang berlangsung juga akan berjalan tidak maksimal. Perasaan merupakan aspek sensitif manusia. Saat Anda mengabaikannya, secara tidak sadar Anda telah mendapat pandangan negatif dari orang lain. Akibatnya, seberisi-berisinya ucapan yang Anda lontarkan jadi tidak berbobot di hadapan orang lain karena Anda telah diremehkan.

6. Melakukan manuver politik berlebihan. Bertindak dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau kekuasaan atas orang lain. Perilaku ini sangat tidak disukai oleh orang lain, penjilat, pencitraan, penipu, perayu, itulah pandangan kepada diri Anda. Walaupun akhirnya Anda berhasil menduduki jabatan, namun saya jamin bahwa pekerjaan Anda tidak akan berlangsung dengan nyaman karena banyak orang-orang di samping maupun bawah Anda tidak menyukainya. Kecuali orang yang mempunyai keinginan yang sama seperti Anda dulu.

7. Mementingkan kepentingan diri sendiri. Perilaku yang lebih memilih nilai kepentingan Anda sendiri di depan orang lain dengan cara yang menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan. Mungkin tidak perlu dijelaskan apa maksudnya dari ini karena sudah jelas, perilaku ini tidak disenangi. Anda akan kehilangan kepercayaan dan di lain waktu saat Anda membutuhkan orang lain, tidak ada yang mau membantu setelah mengetahui sifat Anda satu ini. IIngat, manusia makhluk sosial!

Terakhir Tentang Cara Menghancurkan Kepercayaan
Ini adalah tujuh masalah utama yang menghancurkan kepercayaan antara pekerja di dalam organisasi. Jika Anda dapat menghindari ketujuh perusak kepercayaan ini, Anda harus berusaha keras untuk memastikan bahwa kepercayaan itu dibangun dalam organisasi Anda. Berjalanlah di jalan yang lebih baik, sebelum menyesal. Jangan hancurkan, tapi bangunlah kepercayaan pada organisasi Anda!


Selamat dan sukses...!!!
Semoga bermanfaat, silahkan like, share, dan jika ada pertanyaan kolom komentar selalu terbuka! :)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot